Berdasarkan hasil observasi dan sosialisasi yang telah kami lakukan dengan beberapa sumber yang dianggap dapat memberikan informasi mengenai sejarah Gampong Lam Ilie Mesjid, belum ditemukan data tertulis yang secara pasti dapat menjelaskan asal-usul terbentuknya gampong tersebut. Namun, berdasarkan keterangan dari beberapa sumber masyarakat, Gampong Lam Ilie Mesjid diperkirakan telah ada sejak tahun 1930-an.
Secara etimologis, nama “Lam Ilie” diyakini berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yaitu Lam yang menunjukkan suatu wilayah, lokasi, tempat, atau kawasan, sedangkan Ilie dapat diartikan sebagai arah hilir, aliran, atau menuju ke bagian bawah. Dengan demikian, istilah Lam Ilie secara sederhana dapat dimaknai sebagai suatu tempat atau kawasan yang berada di bagian hilir atau menjadi tempat menuju hilir.
Berdasarkan cerita dan keterangan yang diperoleh dari masyarakat secara turun-temurun, kawasan Lam Ilie pada masa lampau diduga memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat, termasuk sebagai kawasan perdagangan. Hal tersebut berkaitan dengan sejarah wilayah Lam Ilie yang menurut silsilah dan cerita masyarakat dahulunya merupakan bagian dari Kuta Raja, yaitu kawasan yang berkaitan dengan tempat tinggal atau pusat pemerintahan para raja dalam Kerajaan Aceh.
Seiring dengan perkembangan masyarakat dan perubahan fungsi wilayah, kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi suatu perkampungan yang hingga saat ini dikenal sebagai Gampong Lam Ilie Mesjid. Meskipun demikian, informasi mengenai sejarah awal terbentuknya gampong ini masih bersumber terutama dari cerita lisan dan keterangan masyarakat, sehingga diperlukan penelitian dan dokumentasi lebih lanjut untuk memperoleh data sejarah yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.